Musim Semi yang Sepi

Musim Semi yang Sepi

Sebuah musim semi yang sepi
Pucuk yang muncul tak tahu dunia bersedih
Terdengar kicau burung, bersenandung tanpa bising polusi

Sebuah musim semi yang sepi
Tak ada tamu yang minta sarapan pagi
Atau berpamitan dengan berat hati
Tak ada yang menuntut penjelasan bertubi-tubi
Yang biasanya kulayani
dengan seulas senyum paling manis yang kumiliki

Wahai musim semi
Tetaplah berseri
Berikan aku seribu ilusi

Izinkan aku menulis lagi
mencari ilmu yang tak sempat kugali
Ketika kesibukan datang dari senja ke pagi.

One Reply to “Musim Semi yang Sepi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *