Secara harfiah, bahasa mengandung khasanah kiasan yang luas dalam menyampaikan makna. Komposisi kata-kata itu sering melenceng dari arti sebenarnya. Ungkapan seperti “naik daun”, “gulung tikar”, “gaji buta”, “cuci mata”, “adu mulut”, “tangan emas”, bisa diucapkan siapa pun, tanpa harus memahami ilmu filsafat.
Fransisca Ripert
Status: Sebuah Kata yang Menentukan Besar-Kecilnya Ruang Hidup Seseorang
Jomlo? Janda? Duda? Cerai? Tapi tunggu dulu, cerai hidup atau mati? Begitulah status. Hanya terdiri dari enam huruf. Sering diucapkan, tetapi pernahkah kita berpikir mengapa dan dari mana status menjadi penting?
Perompak Somalia: Dari Nelayan Menjadi Bajak Laut Terorganisasi
Perairan Hafun, Somalia, pada 22 April lalu bergolak. Para perompak Somalia kembali berulah dengan membajak kapal MT Honour 25. Ada empat WNI yang disandera di sana. Namun, tulisan ini bukan tentang penyanderaan itu, karena sudah banyak diberitakan. Ini tentang sejarah perompak Somalia itu sendiri.
Pepatah: Pengetahuan Kecil yang Menyimpan Umur Panjang Manusia
Seorang anak bertanya kepada ibunya mengapa ia harus menabung. Sang ibu tidak menjelaskan panjang. Ia hanya berkata, “Hemat pangkal kaya, Nak!” Empat kata sederhana, tetapi di dalamnya tersimpan pengalaman hidup bertahun-tahun.
Kerja: Catatan dari Ukiran Batu Hingga Era Digital
Mengapa manusia tidak pernah benar-benar berhenti bekerja? Dalam bahasa Prancis kata travail, bisa berarti bekerja, atau sekaligus keluhan. C’est du travail! Seolah sejak awal, bahasa sudah memberi kode bahwa kerja bukan sekadar aktivitas, tetapi mengandung beban.
Kartografi: Setelah Manusia Tersesat di Timur dan Barat
Jika hari ini kita membuka peta dunia, semuanya tampak pasti. Kartografi, atau ilmu membuat peta, sudah demikian detailnya. Setiap tempat di sana memiliki koordinat dan garis yang pasti.