Kenapa Tapenade Tidak Dinamai dari Zaitun?

Kenapa Tapenade Tidak Dinamai dari Zaitun?

Tapenade adalah pasta zaitun khas Provence yang namanya berasal dari “tapeno” (bahasa Provençal untuk kaper). Diracik oleh koki Meynier di Marseille pada akhir abad ke-19, resep aslinya memadukan zaitun, kaper, ikan teri, tuna, dan rempah sebelum berkembang menjadi hidangan pembuka sederhana saat ini.

Kalau kita melihat semangkuk tapenade untuk pertama kali, rasanya wajar kalau kita mengira namanya pasti berhubungan dengan buah zaitun (olive). Karena adonannya memang didominasi oleh zaitun.

Baca lanjutannya

Obelisk Arles: Batu Romawi yang Pernah Turun Pangkat Jadi Bangku

Obelisk Arles

Obelisk Arles adalah monumen Romawi dari granit Asia Kecil yang kini berdiri di Place de la République, Arles. Awalnya berada di sirkus Romawi, tugu ini sempat roboh dan terpecah dua (pecahannya bahkan pernah dijadikan tempat duduk) sebelum akhirnya didirikan kembali di pusat kota.

Aku sudah berkali-kali melewati Place de la République di Arles. Di jantung kota itu, berdiri sebuah tugu tinggi yang rasanya sulit untuk tidak dilihat: Obélisque d’Arles.

Baca lanjutannya

Kenapa Orang Dulu Menulis Tahun di Rumah Mereka?

Tahun di Rumah

Angka tahun di rumah atau bangunan tua di Eropa menandai momen penting seperti pembangunan, renovasi, atau perluasan. Berfungsi sebagai rekaman publik, penentuan usia bangunan secara akurat tetap memerlukan dokumen arsip dan analisis gaya arsitektur.

Aku sudah 23 tahun tinggal di Prancis. Sampai pemandangan rumah tua menjadi sesuatu yang biasa. Di kota seperti Arles, mau jalan ke mana pun, rasanya gampang sekali bertemu bangunan yang umurnya jauh lebih tua daripada kita.

Baca lanjutannya

Potongan Cawan Manie di Pompeii

Cawan Manie

Penemuan Cawan Manie di Pompeii memperlihatkan jejak awal manusia menandai kepemilikan benda, praktik yang berlangsung sejak era Mesopotamia. Berbeda dengan ucapan lisan, tulisan mampu mengabadikan identitas seseorang dan menyampaikan pesannya dari peradaban kuno hingga era digital.

Lebih dari 2.500 tahun lalu, seseorang menuliskan namanya pada sebuah cawan. Kita kemudian menamankannya Cawan Manie. Kita tidak tahu seperti apa wajah orang itu, bagaimana kehidupannya, atau apakah ia pernah membayangkan bahwa tulisannya akan dibaca kembali ribuan tahun kemudian. Yang sampai kepada kita hari ini bahkan bukan cawannya yang utuh.

Baca lanjutannya