Hakekat Arena

Hakekat Arena

Amphithéâtre Arles sempat beralih fungsi dari arena Romawi menjadi pemukiman berbenteng. Pada abad ke-19, pemerintah membongkar ratusan rumah untuk mengembalikannya sebagai gelanggang pertunjukan publik, dengan tetap mempertahankan menara abad pertengahan sebagai jejak sejarah.

Selama berabad-abad, Amphithéâtre Arles bukan lagi sekadar Arena peninggalan Romawi. Di dalam dan di sekelilingnya berdiri rumah-rumah. Ada jalan, tempat ibadah, ruang publik, dan menara pertahanan. Bangunan yang dahulu dibuat untuk pertunjukan telah berubah menjadi sebuah kota kecil berbenteng.

Baca lanjutannya

Vomitorium: Sistem “Anti-Macet” Penonton Romawi

Vomitorium

Vomitorium merupakan lorong sirkulasi amfiteater Romawi untuk mengatur arus penonton, bukan tempat muntah. Jaringan tangga dan lorong ini terbukti efektif mencegah kemacetan bagi puluhan ribu penonton saat acara berskala besar.

Jika hari ini kita melihat sebuah stadion berisi puluhan ribu orang, apakah ada pertanyaan, “Bagaimana semua orang dapat masuk dan keluar tanpa membuat kekacauan?” Itulah fungsi vomitorium.

Baca lanjutannya

Gardiane de Taureau, “Semur” dari Camargue?

Gardiane de Taureau

Gardiane de taureau adalah hidangan khas Camargue, Prancis, berupa olahan daging banteng bersertifikasi AOP yang dimasak perlahan dengan anggur merah dan rempah Provençal. Mirip semur Indonesia yang disajikan bersama beras Camargue (IGP), sajian berkuah gelap ini memadukan tradisi peternakan dan pertanian lokal.

Kalau ada teman Indonesia datang ke Arles dan bertanya makanan khas apa yang perlu dicoba, salah satu nama yang mungkin akan muncul dalam pikirannku adalah Gardiane de Taureau.

Baca lanjutannya