Vomitorium: Sistem “Anti-Macet” Penonton Romawi

Vomitorium merupakan lorong sirkulasi amfiteater Romawi untuk mengatur arus penonton, bukan tempat muntah. Jaringan tangga dan lorong ini terbukti efektif mencegah kemacetan bagi puluhan ribu penonton saat acara berskala besar.

Jika hari ini kita melihat sebuah stadion berisi puluhan ribu orang, apakah ada pertanyaan, “Bagaimana semua orang dapat masuk dan keluar tanpa membuat kekacauan?” Itulah fungsi vomitorium.

Ternyata, hal seperti itu bukan hanya persoalan kita. Hal tersebut sudah dipikirkan orang Romawi hampir dua ribu tahun lalu.

Amphithéâtre Arles dahulu mampu menampung sekitar 21.000 penonton. Jumlah yang luar biasa besar untuk sebuah kota pada zaman Romawi. Namun, saat itu, penonton tidak sekadar masuk melalui sebuah pintu besar lalu mencari tempat duduk sendiri.

Vomitorium: Lorong di Balik Tribun

Di balik deretan tempat duduk Amphithéâtre, terdapat sistem sirkulasi yang dirancang untuk mengarahkan penonton. Ada galeri melingkar, lorong, tangga dan akses menuju berbagai bagian tribun. Tempat duduknya sendiri terbagi menurut kedudukan sosial penontonnya.

Salah satu istilah yang sering muncul ketika membicarakan sistem ini adalah vomitorium, atau dalam bentuk jamak Latin, vomitoria.

Namanya memang sedikit berbahaya bagi imajinasi kita.

Ketika pertama kali mendengarnya, orang mungkin menghubungkannya dengan kata “vomit” dan membayangkan tempat khusus bagi orang Romawi untuk muntah setelah terlalu banyak makan.

Bukan.

Vomitorium dalam arsitektur amphithéâtre adalah jalur atau lorong. Lajur batu memungkinkan penonton bergerak. Mereka bisa bersirkulasi dengan mudah, antara bagian dalam bangunan dan area tempat duduk.

Di Amphithéâtre Arles, galeri dan lorong-lorong semacam ini merupakan bagian dari sistem sirkulasi yang menghubungkan berbagai bagian bangunan.

Dengan kata lain, orang Romawi sudah memikirkan sesuatu, yang sampai zaman sekarang masih menjadi masalah ketika ada mega pertunjukan berlangsung. Ya, masalah arus manusia setiap kali, jika ada ribuan orang berkumpul di satu tempat.

Vomitorium Menjamin Kelancaran Sirkulasi 20 ribuan Orang

Ketika melihat Amphithéâtre dari luar, kita mungkin terpukau oleh lengkungan batu dan ukurannya. Tetapi kecanggihan bangunan ini bukan hanya terletak pada apa yang terlihat dari luar.

Bangunan sebesar itu harus berfungsi! Ribuan orang harus bisa masuk, menuju bagian tempat duduknya, kemudian meninggalkan bangunan lagi. Galeri, tangga dan lorong menjadi bagian dari jawabannya.

Kalau memakai istilah zaman sekarang, aku mungkin akan menyebutnya sebagai salah satu bentuk sistem anti-macet Romawi.

Tentu saja mereka belum mengenal lampu lalu lintas. Tetapi mengatur sekitar 21.000 penonton? Ternyata orang Romawi sudah memikirkannya.

Dan satu hal yang sekarang juga aku tahu. Kalau seseorang mengajak kita melihat vomitorium di sebuah amphithéâtre Romawi, tidak perlu khawatir dengan isi perut.

Yuk, bagikan tulisan ini di...

Leave a Comment