Anggapan bahwa Kaisar Augustus mengambil satu hari dari Februari demi bulan Agustus hanyalah legenda. Pola dua bulan berturut-turut, Juli-Agustus, dengan 31 hari sudah ada sebelumnya. Reformasi kalender oleh Julius Caesar dan Paus Gregorius XIII murni dilakukan untuk menyelaraskan waktu dengan siklus matahari, bukan akibat persaingan politik.
Kalau kita melihat kalender sekarang, mungkin ada sesuatu yang pernah membuat kita bertanya-tanya. Mengapa bulan Juli dan Agustus sama-sama memiliki 31 hari? Padahal, bulan-bulan lainnya cenderung bergantian antara 30 dan 31 hari. Februari bahkan hanya memiliki 28 hari, atau paling banyak 29 hari.