Ada satu hal yang selalu membuatku terharu setiap kali menghadiri acara kumpul-kumpul diaspora Indonesia di Prancis. Selain hidangannya yang selalu berlimpah, di negeri yang jauh dari tanah air ini, semangat gotong royong dan kekeluargaan justru terasa begitu nyata.
catatan khusus
Idulfitri: Ketika Mudik Menjadi Cerita Sakral
Di sekitar Idulfitri, mengapa orang tetap mudik meski bisa menyapa lewat medsos? Barangkali karena kerinduan akan kampung halaman dan bertemu fisik itu dinilai lebih utuh.
Jujur: Mata Uang yang Tidak Selalu Diterima
Ada kata yang selalu dipuji, diajarkan sejak kecil, dan ditulis besar-besar di buku moral: JUJUR. Kata ini terdengar sederhana, bersih, lurus, seolah hidup akan baik-baik saja jika semua orang melakukannya. Setidaknya, begitu yang kita percaya.
Sebentuk Terima Kasih di Tengah Duka
Tak ada manusia yang luput dari dosa dan kekhilafan. Jika almarhum suamiku, Philippe Ripert, semasa hidupnya pernah membuat hati kalian terluka, dengan segala kerendahan hati kami mohon dibukakan pintu maaf.
Beribu Terima Kasih untuk Pendukung Novel Whispers of Fate
Di lomba novel internasional, Whispers of Fate: Don’t Go Where I Can’t Be, karyaku yang berbahasa Inggris, finis di urutan ke-13. Terima kasih, Teman-teman!
Mengenang Paulette Ripert
Lahir 8 November 1928, Paulette Jeanne Félicie Ripert secara garis keluarga adalah kakak perempuan dari mertua lelakiku, Antoine Ripert. Wanita berhati mulia ini merupakan ibu baptis dari suamiku, Philippe Ripert. Seperti suamiku, aku juga memanggil Paulette Ripert sebagai Marraine.