Teater Antique Arles Yang Sempat Dilupakan

Teater Antique Arles

Teater Antique d’Arles adalah peninggalan Romawi abad ke-1 SM berkapasitas 10.000 penonton. Sempat hancur, tempat ditemukannya patung Vénus d’Arles ini diidentifikasi kembali pada abad ke-19. Meski tak utuh, teater ini masih aktif digunakan untuk pertunjukan seni dan budaya hingga kini.

Tinggal di Arles membuatku terbiasa melihat peninggalan zaman Romawi. Kadang-kadang justru karena terlalu terbiasa, aku lupa betapa luar biasanya bangunan-bangunan itu bagi para turis. Salah satunya adalah Teater Antique Arles (Théâtre Antique d’Arles).

Baca lanjutannya

Hakekat Arena

Hakekat Arena

Amphithéâtre Arles sempat beralih fungsi dari arena Romawi menjadi pemukiman berbenteng. Pada abad ke-19, pemerintah membongkar ratusan rumah untuk mengembalikannya sebagai gelanggang pertunjukan publik, dengan tetap mempertahankan menara abad pertengahan sebagai jejak sejarah.

Selama berabad-abad, Amphithéâtre Arles bukan lagi sekadar Arena peninggalan Romawi. Di dalam dan di sekelilingnya berdiri rumah-rumah. Ada jalan, tempat ibadah, ruang publik, dan menara pertahanan. Bangunan yang dahulu dibuat untuk pertunjukan telah berubah menjadi sebuah kota kecil berbenteng.

Baca lanjutannya

Vomitorium: Sistem “Anti-Macet” Penonton Romawi

Vomitorium

Vomitorium merupakan lorong sirkulasi amfiteater Romawi untuk mengatur arus penonton, bukan tempat muntah. Jaringan tangga dan lorong ini terbukti efektif mencegah kemacetan bagi puluhan ribu penonton saat acara berskala besar.

Jika hari ini kita melihat sebuah stadion berisi puluhan ribu orang, apakah ada pertanyaan, “Bagaimana semua orang dapat masuk dan keluar tanpa membuat kekacauan?” Itulah fungsi vomitorium.

Baca lanjutannya

Silih Berganti Peran Arena Arles

Arena Arles

Dibangun pada akhir abad pertama Masehi sebagai tempat pertunjukan Romawi, Arena Arles sempat dialihfungsikan menjadi benteng dan pemukiman warga. Pada abad ke-19, pemukiman tersebut dibongkar untuk memulihkan bangunan ini sebagai monumen bersejarah.

Kalau berdiri di depan Amphithéâtre d’Arles, atau yang sehari-hari lebih sering kami sebut les Arènes atau Arena Arles, mudah sekali kita membayangkannya sebagai peninggalan zaman Romawi.

Baca lanjutannya