Ketika kata yang tersedia terasa kurang cukup, manusia mulai menggunakan perbandingan. Selain memberi nama pada benda, sejak awal peradaban, manusia juga berusaha menjelaskan perasaan, pengalaman, dan kejadian yang tidak selalu bisa dilihat secara kasatmata. Dari proses itulah majas lahir sebagai alat berpikir.
Waisak: Mengapa Tanggalnya Tidak Tetap dan Disebut Tahun BE?
Tahun 2026, hari raya Waisak di Indonesia jatuh pada tanggal 31 Mei. Mengapa hari raya ini tanggalnya selalu bervariasi dan tidak pernah jatuh di tanggal yang sama?
Tungku Api: Dari Bara hingga Aroma Iduladha
Ketika senja perlahan menghilang dan cahaya angkasa belum cukup untuk menerangi kegelapan, orang lebih dulu akrab dengan api. Ini bukan tugas yang mudah, karena api harus dijaga dan dikendalikan agar tidak padam, tetapi juga jangan sampai membesar, hingga menghancurkan.
Alasan: Dari Rasionalitas Kuno hingga Dalih Modern
Manusia tidak pernah melakukan apa pun tanpa alasan. “Kenapa kamu melakukan itu?”
Jamu: Resep Leluhur Yang Selalu Tersedia di Dapur
Ada sebuah masa yang pernah menjadi identitas bangsa kita. Di dapur, panci berisi air perlahan berubah warna. Irisan jahe mengapung di antara gelembung kecil. Berpadu dengan aroma kunyit, yang naik bersama uap panas, memenuhi ruang kecil sederhana, tetapi sudah lama menjadi tempat orang mencari harapan, ketika tubuh mulai melemah.
Kabar Burung dan Rahasia Arah di Langit
Kita sering mendengar ungkapan “kabar burung”. Kabar yang cepat sekali beredar, belum tentu benar, meskipun kadang, mengandung kenyataan. Namun semakin dipikirkan, ungkapan itu sebenarnya menimbulkan pertanyaan menarik. Burung yang mana?