Beberapa waktu lalu, aku menerima kiriman surat tercatat dari pos. Seperti biasa, petugas menyodorkan alat elektronik kecil dan memintaku membubuhkan tanda penerimaan berupa paraf.
Potongan Cawan Manie di Pompeii
Lebih dari 2.500 tahun lalu, seseorang menuliskan namanya pada sebuah cawan. Kita kemudian menamankannya Cawan Manie. Kita tidak tahu seperti apa wajah orang itu, bagaimana kehidupannya, atau apakah ia pernah membayangkan bahwa tulisannya akan dibaca kembali ribuan tahun kemudian. Yang sampai kepada kita hari ini bahkan bukan cawannya yang utuh.
Odyssey: Mengapa Masih Dibaca Setelah Hampir 3.000 Tahun?
Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Jika dulu orang belajar berlayar menembus lautan yang belum dipetakan. Tersesat di Timur dan di Barat karena masalah lintang. Hari ini, kita bisa menyeberangi benua, bahkan dalam hitungan jam. Sebuah kabar tidak lagi butuh perjalanan berbulan-bulan. Cukup membuka ponsel, pesan bisa sampai dalam satu pencetan.
Dari Euchre ke Joker: Bagaimana Sebuah Kata Lahir dan Mengubah Dunia Kartu Remi
Saat mendengar kata Joker, kebanyakan orang langsung membayangkan kartu bergambar badut, musuh tokoh superhero Batman, atau seseorang yang gemar bercanda. Namun, sedikit orang mengetahui bahwa kata “joker” sebenarnya lahir dari sejarah permainan kartu pada abad ke-19.
Sindiran: Mengapa Kata Satir Kadang Susah Ditoleransi?
Penonton pun tergelak-gelak. Teater batu menjadi riuh. Aktornya turun panggung. Namun, apa yang diparodikan barusan menjadi viral di seluruh Athena.
Mitoni di Tanah Rantau: Ketika Tradisi Menyatukan Kami di Prancis
Ada satu hal yang selalu membuatku terharu setiap kali menghadiri acara kumpul-kumpul diaspora Indonesia di Prancis. Selain hidangannya yang selalu berlimpah, di negeri yang jauh dari tanah air ini, semangat gotong royong dan kekeluargaan justru terasa begitu nyata.