Skip to content

Blog @FransiscaRipert

Warga Indonesia penikmat aksara yang tinggal di Kota Arles, Prancis

  • Home
  • Tentang Aku
  • Tentang Blog
  • Kebijakan Privasi

tradisi

Sindiran: Mengapa Kata Satir Kadang Susah Ditoleransi?

Sindiran: Mengapa Kata Satir Kadang Susah Ditoleransi?

Penonton pun tergelak-gelak. Teater batu menjadi riuh. Aktornya turun panggung. Namun, apa yang diparodikan barusan menjadi viral di seluruh Athena.

Baca lanjutannya

Categories renyah sejarah Tags tradisi

Mitoni di Tanah Rantau: Ketika Tradisi Menyatukan Kami di Prancis

Mitoni di Tanah Rantau: Ketika Tradisi Menyatukan Kami di Prancis

Ada satu hal yang selalu membuatku terharu setiap kali menghadiri acara kumpul-kumpul diaspora Indonesia di Prancis. Selain hidangannya yang selalu berlimpah, di negeri yang jauh dari tanah air ini, semangat gotong royong dan kekeluargaan justru terasa begitu nyata.

Baca lanjutannya

Categories catatan khusus Tags Prancis, tradisi

Tungku Api: Dari Bara hingga Aroma Iduladha

Tungku Api: Dari Bara hingga Aroma Iduladha

Ketika senja perlahan menghilang dan cahaya angkasa belum cukup untuk menerangi kegelapan, orang lebih dulu akrab dengan api. Ini bukan tugas yang mudah, karena api harus dijaga dan dikendalikan agar tidak padam, tetapi juga jangan sampai membesar, hingga menghancurkan.

Baca lanjutannya

Categories renyah sejarah Tags hari raya, tradisi

Diam: Ketika Hening Bisa Menyelamatkan atau Menghancurkan

Diam: Ketika Hening Bisa Menyelamatkan atau Menghancurkan

Dalam diam, sunyi, hening, membisu, menahan kata, aku menarik napas, lalu tidak berkata apa-apa. Secara harfiah, diam memang berarti ketiadaan suara. Namun, dalam sejarah manusia, diam sering membawa dampak sebesar revolusi.

Baca lanjutannya

Categories renyah sejarah Tags tradisi

Idulfitri: Ketika Mudik Menjadi Cerita Sakral

Idulfitri: Ketika Mudik Menjadi Cerita Sakral

Di sekitar Idulfitri, mengapa orang tetap mudik meski bisa menyapa lewat medsos? Barangkali karena kerinduan akan kampung halaman dan bertemu fisik itu dinilai lebih utuh.

Categories catatan khusus Tags hari raya, tradisi

Puasa: Mengapa Manusia Perlu Menahan Lapar?

Puasa: Mengapa Manusia Perlu Menahan Lapar?

Di padang pasir Arab, ribuan tahun lalu, masyarakat hidup dalam kondisi alam yang keras. Siang panas menyengat, malam dingin menggigit. Ketersediaan makanan tidak selalu pasti. Dalam lingkungan seperti itu, tubuh manusia sudah terbiasa dilatih kekurangan.

Baca lanjutannya

Categories renyah sejarah Tags hari raya, tradisi
Older posts
Page1 Page2 … Page4 Next →

Mau Berlangganan Nawala Fransisca Ripert?

Aku berencana membagikan nawala (newsletter) bulanan melalui email. Kalau Teman-teman berminat, silakan isi form di bawah ini, ya. Gratis!

Media Sosialku

Tulisanku di Media Lain

  • Cerpenku di Wikibooks.org: Pembalasan 52 Inci
  • Opiniku di Teraju.id: Upaya Meng-internasionalkan Bahasa Indonesia
  • Opiniku di Kumparan.com: Seni Gaya Hidup Frugal

Tulisan Terbaru

  • Dari Euchre ke Joker: Bagaimana Sebuah Kata Lahir dan Mengubah Dunia Kartu Remi
  • Sindiran: Mengapa Kata Satir Kadang Susah Ditoleransi?
  • Mitoni di Tanah Rantau: Ketika Tradisi Menyatukan Kami di Prancis
  • Mengapa Juli-Agustus Sama-Sama Memiliki 31 Hari?
  • Arles, Kota yang Membuat Vincent Van Gogh Jatuh Cinta pada Cahaya
  • Kisah Kuat Magnet Yang Penuh Daya Tarik
  • Bianca: Buku dari Arles yang Membawaku Kembali kepada Keluarga Medici

Kategori Tulisan

  • catatan khusus (46)
  • cerita pendek (2)
  • kudapan info (29)
  • membincang aksara (8)
  • pengetahuan alam (10)
  • pesona angka (11)
  • renyah sejarah (66)
  • secercah asa (14)
  • sepotong puisi (32)
  • sosok inspiratif (4)

Tema Tulisan

anak (2) Arles (3) ayah (2) bahari (5) bahasa (6) boneka (2) buku (9) fauna (7) fesyen (3) fiksi (2) flora (6) gerhana (2) hari raya (30) ibu (6) India (1) Indonesia (15) inovasi (10) kehidupan sosial (2) kenangan (8) kesehatan (7) kuliner (11) matematika (1) me time (3) mitologi (4) museum (3) musik (5) olahraga (5) paradoks (1) pengembangan diri (3) peradaban (4) perang (3) politik (6) Prancis (23) revolusi industri (4) rindu & cinta (3) rumah (11) sahabat (21) sains (2) seni (5) teknologi (9) Tiongkok (2) tradisi (20) usia (2) wabah (6) wisata (3)
Fransisca Ripert © 2026
Developed & managed by Warung Fiksi