
Ada nama-nama tertentu yang begitu melekat di ingatan. Kita mungkin hanya mendengarnya sepintas, bahkan sering lupa dari mana dan siapa yang menceritakannya. Namun, anehnya, nama itu tetap tinggal, seperti sebuah gema. Salah satu contohnya Antigone.
Warga Indonesia penikmat aksara yang tinggal di Kota Arles, Prancis

Ada nama-nama tertentu yang begitu melekat di ingatan. Kita mungkin hanya mendengarnya sepintas, bahkan sering lupa dari mana dan siapa yang menceritakannya. Namun, anehnya, nama itu tetap tinggal, seperti sebuah gema. Salah satu contohnya Antigone.
Prancis baru mengadakan pemilihan presiden putaran pertama. Di antara 12 calon, terdapat empat perempuan perkasa, yakni Natalie Arthaud, Anne Hidalgo, Marine Le Pen, serta Valerie Pecresse. Akankah Prancis dipimpin penguasa perempuan? Aku jadi ingat sejarah enam ratu Mesir kuno yang pernah menggemparkan dunia.
Sejak September 1950, Indonesia telah menjalin hubungan bilateral dengan Prancis. Mulai di titik itu, kerja sama Indonesia-Prancis perlahan tumbuh, meski dengan lambat. Hingga memasuki tahun ke-72, tepatnya pada 10 Februari 2022, Indonesia memborong jet tempur mutakhir buatan negeri anggur itu, Rafale generasi 4.5.

Setiap 6 Agustus, kita mengingat kembali peristiwa tragis yang menghentikan Perang Dunia II. Ya, itulah Hari Peringatan Bom Hiroshima-Nagasaki. Waktu itu, Amerika menjatuhkan bom atom berbahan uranium dan plutonium di dua kota penting di Jepang. Tepatnya pada 6 dan 9 Agustus 1945. Seketika, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Wabah Corona telah mengubah paradigma kita dalam bertindak dan bersosialisasi. Negara-negara yang terjangkit terus berjuang melawan pandemi ini, tak terkecuali Prancis.