Sungai Rhône: Jalan Raya Perdagangan Sejak Zaman Romawi

Sungai Rhône (812 km) mengalir dari Pegunungan Alpen Swiss ke Laut Tengah membelah Kota Arles. Sejak zaman Romawi, sungai ini menjadi jalur perdagangan penting menuju pedalaman Galia. Temuan arkeologi bawah air, seperti bangkai kapal Arles-Rhône 3, membuktikan peran pelabuhan bersejarah Arles yang tetap hidup hingga kini.

Ada sesuatu yang menurutku menyenangkan, ketika kita tiba di sepanjang tepian Sungai Rhône. Kota Arles seperti terbelah dua. Kadang, angin Mistral dan Transmontana berembus sangat kencang. Kendaraan dan para pejalan kaki di trotoar berlalu lalang.

Apa pun situasinya, air sungai ini tetap mengalir deras. Selama berabad-abad, kita tentu bisa membayangkan, betapa banyak peristiwa yang telah terjadi di lintasan ini. Karena dahulu, Rhône merupakan salah satu jalur perhubungan terpenting di wilayah ini.

Lekak-lekuk Sungai Rhône

Sungai Rhône berhulu di kawasan Gletser Rhône, Pegunungan Alpen, Swiss. Dari sana, airnya mengalir melewati Danau Jenewa, memasuki wilayah Prancis, lalu bergerak ke selatan hingga mencapai muara. Panjang keseluruhannya sekitar 812 kilometer.

Menjelang Arles, Rhône memasuki wilayah delta yang membentuk bentang alam Camargue. Di sebelah utara Arles, sungai ini bercabang menjadi dua aliran utama, yaitu Grand Rhône dan Petit Rhône.

Grand Rhône mengalir di sebelah timur Camargue, sedangkan Petit Rhône membatasi wilayahnya di sebelah barat. Keduanya akhirnya mencapai Laut Tengah. Keberadaan sungai besar inilah yang ikut menentukan pentingnya Arles sejak zaman Romawi.

Sungai Rhône: Ketika Sungai Menjadi Jalan Raya

Sekarang, kita terbiasa melihat truk mengangkut barang melalui jalan raya. Pada zaman Romawi, sungai merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat penting, terutama untuk memindahkan muatan dalam jumlah besar.

Arles, yang pada masa Romawi dikenal sebagai Arelate, memiliki posisi strategis. Kota ini berada di dekat pertemuan jalur perdagangan dari Laut Tengah menuju kawasan pedalaman Galia (Prancis kuno).

Kapal-kapal membawa berbagai komoditas, termasuk minyak zaitun, anggur, bahan pangan, dan barang-barang lainnya. Sebagian muatan dapat diteruskan melalui jalur sungai, sementara barang dari pedalaman bergerak ke arah selatan.

Tentu saja, pelayaran sungai tidak selalu mudah. Arus Rhône yang kuat menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi kapal yang bergerak melawan arus. Pada masa lalu, salah satu cara mengatasinya adalah dengan menarik kapal menggunakan tali dari tepian, suatu teknik yang dikenal sebagai halage.

Karena itulah, aku merasa perbandingan Sungai Rhône dengan jalan raya perdagangan cukup masuk akal. Bedanya, jalan raya ini terbuat dari air, dan penggunanya harus memperhitungkan arus serta keadaan sungai.

Sejarah Sungai Rhône yang Masih Tersimpan

Pentingnya Rhône bagi Arles bukan hanya diketahui melalui catatan sejarah. Penelitian arkeologi bawah air telah menemukan berbagai peninggalan Romawi di dasar sungai, termasuk amphora, benda-benda perdagangan, dan bangkai kapal.

Salah satu penemuan yang paling mengesankan adalah kapal pengangkut barang Romawi yang dikenal sebagai Arles-Rhône 3. Kapal sepanjang sekitar 31 meter ini ditemukan pada 2004 dan kemudian diangkat dari dasar sungai pada 2011.

Kini, kapal tersebut menjadi salah satu koleksi penting di Musée départemental Arles antique.

Penemuan itu memberikan gambaran nyata tentang aktivitas perdagangan dan kehidupan di sekitar pelabuhan Arles hampir dua ribu tahun silam.

Sungai yang Terus Mengalir

Ketika memandang Sungai Rhône hari ini, aku tidak selalu membayangkan kapal-kapal Romawi atau para pedagang yang sibuk memindahkan muatan. Kadang-kadang, aku hanya menikmati pemandangannya.

Namun, mengetahui sedikit tentang sejarah sungai ini membuat suasananya terasa berbeda. Air yang tampak biasa ternyata pernah menjadi penghubung antara kota, wilayah, dan masyarakat yang berjauhan.

Mungkin itulah salah satu yang kusukai dari Arles. Sejarahnya tidak hanya tersimpan di museum atau di balik dinding bangunan kuno. Ia juga hadir dalam bentang alam yang masih menjadi bagian dari kehidupan kami sehari-hari.

Dan Sungai Rhône, dengan segala perjalanan panjangnya dari Pegunungan Alpen menuju Laut Tengah, adalah salah satu contohnya.

Yuk, bagikan tulisan ini di...

Leave a Comment