Manusia tidak pernah melakukan apa pun tanpa alasan. “Kenapa kamu melakukan itu?”
renyah sejarah
Jamu: Resep Leluhur Yang Selalu Tersedia di Dapur
Ada sebuah masa yang pernah menjadi identitas bangsa kita. Di dapur, panci berisi air perlahan berubah warna. Irisan jahe mengapung di antara gelembung kecil. Berpadu dengan aroma kunyit, yang naik bersama uap panas, memenuhi ruang kecil sederhana, tetapi sudah lama menjadi tempat orang mencari harapan, ketika tubuh mulai melemah.
Es Puter: Ketika Santan Mengubah Es Krim Menjadi Warisan Kuliner Nusantara
Di Eropa, musim semi sering datang bersama etalase penuh mesin pembuat es krim berwarna-warni. Begitu matahari mulai terasa hangat, poster gelato dan glace pun bermunculan di mana-mana. Anehnya, di tengah semua inovasi itu, ingatanku justru melayang jauh ke Indonesia.
Perompak Somalia: Dari Nelayan Menjadi Bajak Laut Terorganisasi
Perairan Hafun, Somalia, pada 22 April lalu bergolak. Para perompak Somalia kembali berulah dengan membajak kapal MT Honour 25. Ada empat WNI yang disandera di sana. Namun, tulisan ini bukan tentang penyanderaan itu, karena sudah banyak diberitakan. Ini tentang sejarah perompak Somalia itu sendiri.
Kerja: Catatan dari Ukiran Batu Hingga Era Digital
Mengapa manusia tidak pernah benar-benar berhenti bekerja? Dalam bahasa Prancis kata travail, bisa berarti bekerja, atau sekaligus keluhan. C’est du travail! Seolah sejak awal, bahasa sudah memberi kode bahwa kerja bukan sekadar aktivitas, tetapi mengandung beban.
Kartografi: Setelah Manusia Tersesat di Timur dan Barat
Jika hari ini kita membuka peta dunia, semuanya tampak pasti. Kartografi, atau ilmu membuat peta, sudah demikian detailnya. Setiap tempat di sana memiliki koordinat dan garis yang pasti.