Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Vila – Part VI: Si Cantik Nomor 5

Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Jelata - Part VI: Si Cantik Nomor 5

Barangkali aku kualat karena sudah memberi rumah baruku yang masih bersolek julukan “rumah petak”. Akibatnya, aku benar-benar merasakan bagaimana tinggal di kamar (hotel) yang cuma sepetak di masa transisi ini. Di sini tembok, di sana tembok, diapit sepotong kasur dengan pemandangan sebuah televisi. Dan itu harus kualami sampai hari ini. Artinya, sudah sekitar dua bulan aku tinggal di hotel sepetak.

Baca lanjutannya