Barangkali aku kualat karena sudah memberi rumah baruku yang masih bersolek julukan “rumah petak”. Akibatnya, aku benar-benar merasakan bagaimana tinggal di kamar (hotel) yang cuma sepetak di masa transisi ini. Di sini tembok, di sana tembok, diapit sepotong kasur dengan pemandangan sebuah televisi. Dan itu harus kualami sampai hari ini. Artinya, sudah sekitar dua bulan aku tinggal di hotel sepetak.
Belajar Memanfaatkan Laverie, Tempat Pencucian Otomatis

Sampai hari ini, aku masih tinggal di Hotel Campanile. Selintas, seperti aku sedang bersantai. Nyatanya tidak begitu. Aku harus pintar-pintar menyesuaikan diri tinggal di hotel yang minim fasilitas dan layanan ini. Eh, bukan minim. Lebih tepatnya layanan itu berkurang karena masa pandemi Corona.
Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Vila – Part V

Terus terang, pindah rumah adalah sesuatu yang asing bagiku. Biasanya, aku hanya rajin memindahkan koper. Berdasarkan pengalaman pribadi, isi koper pun berkurang drastis begitu aku mulai membuka kuncinya. Sehingga beban terberatku hanya mengangkatnya.

