
Sejak suamiku bermasalah dengan pernapasan dan membutuhkan selang oksigen 24 jam, sudah bolak-balik aku mengantarnya kontrol ke dokter dengan menumpang ambulans.
Warga Indonesia penikmat aksara yang tinggal di Kota Arles, Prancis
LUMA Arles adalah sekolah, tempat pameran, pertunjukan, juga bertemunya para maestro seni dan genius sains. Menaranya adalah ikon baru Kota Arles, Prancis.

Sejak suamiku bermasalah dengan pernapasan dan membutuhkan selang oksigen 24 jam, sudah bolak-balik aku mengantarnya kontrol ke dokter dengan menumpang ambulans.

Lega! Aku akhirnya berpartisipasi sebagai pemutus rantai penularan virus corona. Aku ikut mengambil bagian di antara 20 juta warga Prancis yang menerima vaksin dosis pertama.

Sehubungan dengan statusku sebagai pencari kerja, aku akhirnya mendapat surat panggilan dari Pôle L’Emploi, Arles, pada 18 Februari 2021 silam. Maka pada hari yang mereka tentukan, pukul 10 pagi, aku sudah tiba di sana.

Entah dari mana kutulis cerita ini. Apakah harus kuawali, lagi-lagi, dari sebuah SMS dari (sebut saja) adjoint propriétaire? Nama ini baru kuberikan sehari sebelum pertemuan. Mengingat si cantik yang baik hati inilah yang menjadi pelopor, sekaligus koordinator, dan seksi repot, demi bisa berkenalan dengan si Villa Cantik Bernomor Urut 5.

Hari Jumat, tanggal 8 Januari 2021, aku mendapat telepon dari prefektur Arles. Petugas itu mengatakan bahwa carte séjour atau KTP-ku sudah jadi. Horeeee! Aku sudah memohon perpanjangannya sejak 28 Juli 2020, karena masa berlaku kartu kependudukan sepuluh tahunan itu tertera 20 Agustus 2020.