Navette adalah biskuit tradisional Marseille berbentuk perahu dengan aroma bunga jeruk. Diproduksi sejak 1781 di Abbaye Saint-Victor, biskuit yang berkaitan dengan perayaan Chandeleur dan legenda lokal ini kini dinikmati sepanjang tahun.
Kalau kita melihat navette untuk pertama kali, barangkali kita tidak langsung menganggapnya istimewa.
Bentuknya panjang, sederhana, agak keras, dan biasanya beraroma bunga jeruk atau fleur d’oranger. Tetapi kalau diperhatikan baik-baik, bentuknya memang sedikit aneh. Seperti sebuah perahu kecil.
Dan ternyata, dari bentuk sederhana itulah muncul sebuah cerita yang sudah lama hidup di Provence.
Navette: Biskuit dari Marseille
Navette bukan makanan khas Arles, melainkan salah satu biskuit yang sangat identik dengan Kota Marseille. Navette tradisional dikenal sebagai biskuit kering beraroma bunga jeruk.
Di Marseille, biskuit ini juga mempunyai hubungan erat dengan perayaan Chandeleur pada 2 Februari dan kawasan Abbaye Saint-Victor.
Salah satu tempat yang paling terkenal adalah Four des Navettes yang berdiri sejak 1781 di kawasan Saint-Victor. Tradisi navette dan Chandeleur di tempat ini bertahan hingga sekarang.
Tetapi pertanyaan yang lebih menarik bagiku justru sederhana: Mengapa bentuknya seperti perahu?
Di sinilah sejarah mulai bercampur dengan legenda. Salah satu legenda yang paling populer mengatakan bahwa bentuk navette melambangkan sebuah perahu yang membawa beberapa orang suci hingga ke pesisir Provence.
Kisah tersebut hidup dalam tradisi Kristen Provence dan kemudian dikaitkan dengan bentuk biskuit navette. Namun, kisah perahu itu merupakan legenda, bukan peristiwa sejarah yang dapat dipastikan kebenarannya.
Dan ternyata bukan hanya ada satu cerita!
Versi lain menghubungkan bentuk navette dengan sebuah patung Perawan Maria yang menurut legenda ditemukan di tepian Lacydon, kawasan pelabuhan tua Marseille pada abad ke-13.
Jadi bahkan di Marseille sendiri terdapat lebih dari satu cerita mengenai bentuk biskuit ini.
Navette di Antara Sejarah dan Legenda
Kita tahu bahwa navette memang menjadi bagian dari tradisi kuliner Marseille. Kita juga tahu bahwa tradisinya berkaitan erat dengan Chandeleur dan Saint-Victor.
Namun, ketika pertanyaannya berubah menjadi, “Apakah biskuit ini benar-benar dibuat menyerupai perahu yang dahulu membawa orang-orang suci ke Provence?”, kita memasuki wilayah legenda.
Dan legenda tidak harus dibuang hanya karena tidak dapat dibuktikan.
Legenda juga merupakan bagian dari cara manusia mengingat tempat, makanan, dan tradisinya. Yang penting, kita tidak mengubah legenda menjadi fakta sejarah.
Hari ini, navette tidak lagi hanya dimakan pada saat Chandeleur. Biskuit ini dapat ditemukan sepanjang tahun, dan aroma fleur d’oranger-nya tetap menjadi salah satu ciri navette tradisional Marseille.
Jadi, di balik sebuah biskuit yang kelihatannya sederhana, ternyata ada kaitannya dengan Kota Marseille, juga tradisi yang telah bertahan selama berabad-abad, dan sebuah perahu yang sampai hari ini masih berlayar, setidaknya di dalam legenda.