Enam Tahun, Sebuah Naskah Menemukan Jalan Terbit

Enam tahun. Selama itulah novel ini menyita konsentrasiku. Ditulis, diperbaiki, ditinggalkan sejenak, lalu dikerjakan kembali.

Pada Desember 2022, naskah yang saat itu berjudul Metamesta Arles kukirimkan melalui sistem penerbitan digital salah satu kelompok penerbit mayor di Indonesia.

Sempat juga mampir sebentar di salah satu platform penulisan, pada 2023.

Metamesta Arles

Malam ini, ketika kubuka kembali arsip-arsip lama itu, aku tersenyum. Hampir empat tahun berlalu, dan pada layar masih tertera:

Naskah Sedang Diproses.

Rupanya, sementara statusnya masih berada di dapur penerbit, naskahnya sendiri telah menempuh perjalanan yang lebih jauh dan panjang.

Aku memutuskan untuk melanjutkan nasib naskah ini dengan caraku sendiri. Dan perjalanan itu membawaku pada tantangan yang sama sekali berbeda: menerbitkannya dalam bahasa Prancis.

Ternyata menerjemahkan sebuah novel tidak sesederhana memindahkan kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Ada suasana, maksud, dialog, humor, bahkan emosi yang harus tetap hidup ketika berpindah bahasa.

Berkali-kali kukoreksi. Berkali-kali pula aku kembali kepada naskah Indonesia untuk memastikan bahwa cerita yang lahir dalam bahasaku sendiri tidak kehilangan dirinya dalam bahasa yang baru.

Sampai akhirnya, novel itu menemukan wadahnya. Tanggal 7 Oktober 2026, novel pertamaku dalam bahasa Prancis telah terbit melalui Amazon.

Le destin s’est trompé de bateau

Sulit untuk menjelaskan perasaanku, melihat sebuah cerita yang selama bertahun-tahun hanya berupa file di komputerku, kini memiliki judul baru, sampul, ISBN, dan halaman-halaman yang bisa dipegang.

Ini memang akhir dari cerita sebuah file, yang pernah ‘berdebu’ di folder komputerku. Dan sekarang, ia akan mencari takdirnya sendiri.

📖 Le destin s’est trompé de bateau, oleh Fransisca Ripert. Novel fisik (paperback) 364 halaman. Harga €17,90. Bisa dipesan secara online di Amazon.com.

Yuk, bagikan tulisan ini di...

Leave a Comment