Teater Antique Arles Yang Sempat Dilupakan

Teater Antique d’Arles adalah peninggalan Romawi abad ke-1 SM berkapasitas 10.000 penonton. Sempat hancur, tempat ditemukannya patung Vénus d’Arles ini diidentifikasi kembali pada abad ke-19. Meski tak utuh, teater ini masih aktif digunakan untuk pertunjukan seni dan budaya hingga kini.

Tinggal di Arles membuatku terbiasa melihat peninggalan zaman Romawi. Kadang-kadang justru karena terlalu terbiasa, aku lupa betapa luar biasanya bangunan-bangunan itu bagi para turis. Salah satunya adalah Teater Antique Arles (Théâtre Antique d’Arles).

Teater Antique, Peninggalan Besar Romawi di Arles

Letak bekas teater kuno ini tidak jauh dari Amphithéâtre Arles. Tetapi kalau melihat keadaannya sekarang, mungkin turis yang baru pertama kali datang ke kota ini akan bertanya, “Teaternya mana?”

Pertanyaan itu tidak terlalu aneh. Teater Antique dibangun pada masa Kaisar Augustus, sekitar akhir abad pertama sebelum Masehi. Dahulu, ukurannya jauh lebih megah daripada yang kita lihat sekarang.

Teater Antique mempunyai sekitar 33 tingkat tempat duduk dan diperkirakan dapat menampung sekitar 10.000 penonton.

Bagian panggung monumen ini juga dihiasi deretan kolom dan patung. Dua kolom yang masih berdiri sekarang hanya memberikan sedikit gambaran tentang kemegahan dekorasi panggung di masa kejayaannya.

Lalu waktu berjalan. Ketika fungsi teater menghilang, batu-batunya mulai dimanfaatkan penduduk untuk berbagai pembangunan lain. Bangunan-bangunan baru kemudian berdiri di kawasan bekas teater ini.

Tidak heran, bentuk teater Romawi yang dulunya sangat megah menjadi sulit dikenali. Sampai orang lupa bahwa di Arles pernah ada Teater Antique.

Bagian inilah yang menurutku paling menarik. Teater Antique d’Arles bukan hanya mengalami kerusakan. Identitasnya sendiri sempat terlupakan.

Selama berabad-abad, orang hidup dan membangun di atas kawasan tersebut. Baru kemudian para peneliti mulai mengidentifikasi kembali bahwa reruntuhan tersebut merupakan sebuah peninggalan teater kuno.

Pada abad ke-19, bangunan-bangunan yang menutupinya mulai dibebaskan sehingga bagian dari teater itu dapat terlihat.

Hari ini, kita dapat berjalan di antara sisa tempat duduk, panggung, batu-batu, dan dua kolom yang masih berdiri. Cukup untuk mengingatkan, bahwa ada sebuah monumen megah di kota Arles, di mana pernah ada 10.000 pengunjung, pada masa jayanya, berdesakan menonton pertunjukan di sana.

Vénus d’Arles di Teater Antique

Hal menarik dari Teater Antique Arles bukan hanya bangunannya. Dari reruntuhannya, ditemukan berbagai benda dan patung dari zaman Romawi. Salah satu yang paling terkenal adalah Venus Arles, atau Vénus d’Arles.

Meskipun nama patung cantik itu adalah Venus Arles, tetapi kalau ingin melihat patung aslinya, kita harus pergi ke Paris.

Vénus d’Arles ditemukan di kawasan Teater Antique pada 1651. Patung marmer itu tidak ditemukan dalam keadaan utuh. Identitasnya pun sempat diperdebatkan. Patung tersebut pernah dianggap sebagai Dewi Diana, sebelum kemudian diidentifikasi sebagai Dewi Venus.

Beberapa tahun setelah penemuannya, Kota Arles menghadiahkan patung itu kepada Raja Louis XIV. Dari Arles, Venus kemudian masuk ke lingkungan koleksi kerajaan.

Pematung François Girardon melakukan restorasi terhadap patung tersebut. Beberapa bagian yang hilang dilengkapi, termasuk lengan, dan Venus diberi atribut berupa apel serta cermin.

Jadi penampilan Vénus d’Arles yang kemudian dikenal orang tidak sepenuhnya sama dengan kondisi patung ketika ditemukan di Teater Antique.

Setelah perjalanan panjang melalui koleksi kerajaan Prancis, Vénus d’Arles akhirnya menjadi bagian dari koleksi Musée du Louvre.

Ada sesuatu yang menurutku sedikit lucu dalam hal ini. Namanya tetap Vénus d’Arles, tetapi selama berabad-abad Arles tidak lagi menjadi rumahnya.

Namun, tahun 2026 ini, ceritanya sedikit unik. Vénus d’Arles dipinjamkan oleh Museum Louvre dan kembali sementara ke Arles untuk sebuah pameran. Setelah lebih dari tiga abad, Venus akhirnya pulang. Walaupun hanya berkunjung.

Mungkin itulah nasib perjalanan benda bersejarah. Saat ditemukan di satu tempat, benda tersebut dengan mudah bisa berpindah tangan. Seperti masuk koleksi istana, museum, tempat pameran, menempuh perjalanan ratusan kilometer.

Tetapi nama kadang-kadang masih tetap menyimpan alamat pertamanya. Seperti pada patung marmer cantik itu, alamatnya demikian jelas: Venus d’Arles.

Teater Berumur 2.000 Tahun yang Masih Dipakai

Ada sesuatu yang kusukai dari Teater Antique Arles. Bangunan itu boleh tidak lagi utuh. Sebagian besar kemegahan panggung Romawinya juga telah hilang. Banyak batu berpindah tempat. Selama berabad-abad, bahkan fungsi aslinya sempat terlupakan.

Uniknya, setelah perjalanan hampir dua ribu tahun, orang masih datang ke teater ini untuk menonton pertunjukan.

Teater Antique dibangun pada masa Augustus, sekitar akhir abad pertama sebelum Masehi. Sekitar 10.000 penonton dahulu dapat duduk menghadap panggungnya.

Tentu saja, pertunjukan pada zaman Romawi berbeda dengan pertunjukan yang kita tonton sekarang. Baik masyarakat, bahasa, dan pakaiannya, semuanya berbeda. Dunia yang mengelilingi teater itu pun telah berubah sepenuhnya.

Teaternya sendiri juga mengalami perjalanan panjang. Sebagian bangunannya menghilang. Batu-batunya digunakan kembali untuk keperluan lain. Kawasan di sana berkembang. Kemudian reruntuhannya ditemukan dan dibebaskan kembali.

Namun, Teater Antique tidak berhenti menjadi bagian dari kehidupan Kota Arles. Hari ini, monumen itu masih digunakan untuk berbagai acara budaya dan pertunjukan.

Kita sering memandang peninggalan Romawi sebagai sesuatu yang telah selesai. Sebuah reruntuhan yang dikunjungi, untuk berfoto ria, kemudian pulang. Aku lega nasib Teater Antique tidak sepenuhnya seperti itu.

Ketika sebuah pertunjukan berlangsung dan penonton kembali duduk menghadap panggung, fungsi yang diberikan kepada tempat itu seolah hidup kembali.

Memang, zaman dan kehidupan berubah. Tetapi gagasan dasarnya masih senada:
orang datang, duduk, dan menunggu sebuah pertunjukan dimulai.

Jadi, jika boleh aku simpulkan, dari dua ribu tahun lalu hingga hari ini, Teater Antique Arles masih setia pada pekerjaannya.

Yuk, bagikan tulisan ini di...

Leave a Comment