
Ada nama-nama tertentu yang begitu melekat di ingatan. Kita mungkin hanya mendengarnya sepintas, bahkan sering lupa dari mana dan siapa yang menceritakannya. Namun, anehnya, nama itu tetap tinggal, seperti sebuah gema. Salah satu contohnya Antigone.
Warga Indonesia penikmat aksara yang tinggal di Kota Arles, Prancis

Ada nama-nama tertentu yang begitu melekat di ingatan. Kita mungkin hanya mendengarnya sepintas, bahkan sering lupa dari mana dan siapa yang menceritakannya. Namun, anehnya, nama itu tetap tinggal, seperti sebuah gema. Salah satu contohnya Antigone.
Aku ikut menuduh, mencemarkan, memutarbalikkan, menghasut, sekaligus membesar-besarkan, sesekali juga mengarang, menyebarkan, memelintir cerita, sehingga menyulut kecurigaan, supaya orang berpikir lebih serius terhadap kabar itu.
Aku heran, merasa takjub, bahkan tercengang, melongo sampai bengong, kemudian mengangkat alis dan mengernyit. Lalu diam sebentar.
Ce soir, j’ai écouté de vieilles chansons.
Des chansons qui m’ont accompagnée dans ma jeunesse — quand l’amour était encore quelque chose de grand, de vibrant, rempli d’espoir.
Des chansons comme « I want to know what love is… I want you can show me. » Et soudain, mes larmes ont coulé.
Pagi itu, tanggal 26 Maret 2005. Ketika aku berpamitan karena diajak Sonia untuk menonton konser, suamiku begitu senang. Malah sehari sebelumnya, beliau sempat mengantarku membeli roti sandwich, katanya supaya aku jangan sampai kelaparan.
Tak ada manusia yang luput dari dosa dan kekhilafan. Jika almarhum suamiku, Philippe Ripert, semasa hidupnya pernah membuat hati kalian terluka, dengan segala kerendahan hati kami mohon dibukakan pintu maaf.