Pernahkah Teman-teman bertanya, kapan peta bumi pertama dibuat? Siapa yang mula-mula memiliki ide itu? Apa kegunaannya? Mengapa kita sering menyebut tempat yang jauh sebagai ujung dunia? Ini semua akan terjawab bila kita menengok kembali cerita tentang Tabula Rogeriana.
renyah sejarah
Kisah di Balik Mangkuk Bergambar Ayam Jago
Teman-teman suka makan bakso, bubur, tongseng, soto, sop, rawon, atau mi ayam di depot atau pedagang kaki lima? Coba perhatikan mangkuknya. Pasti kalian pernah melihat mangkuk bergambar ayam jago seperti ini, bukan? Bagi generasi ‘90-an atau yang lebih senior, mangkuk ayam jantan ini familier sekali, bahkan seperti jadi benda nostalgia.
Perang Dunia II: Jauh Lebih Dahsyat dari Perang Dunia I
Masyarakat waktu itu menyangka perang terakbar adalah yang terjadi pada 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918. Ternyata, bukan! Perang yang melibatkan 135 negara itu ternyata tidak apa-apanya dibandingkan perang berikutnya, yang kemudian populer dengan nama Perang Dunia II.
Etnis Pendatang Pun Berandil Mewujudkan Kemerdekaan Indonesia

Kemarin, kita merayakan kemerdekaan Republik Indonesia dalam keprihatinan Pandemi COVID-19. Bagaimana kita merdeka? Tentu kita sudah tahu. Perjuangan ini bermula bukan atas jasa satu golongan atau satu etnis saja. Bahkan suku-suku pendatang, seperti Tionghoa, Arab, dan India juga memiliki peran yang signifikan. Mau tahu siapa saja mereka? Apa saja andil mereka? Mari menengok ke belakang.
Uranium, Mineral Kuat yang Menoreh Sejarah Dunia

Setiap 6 Agustus, kita mengingat kembali peristiwa tragis yang menghentikan Perang Dunia II. Ya, itulah Hari Peringatan Bom Hiroshima-Nagasaki. Waktu itu, Amerika menjatuhkan bom atom berbahan uranium dan plutonium di dua kota penting di Jepang. Tepatnya pada 6 dan 9 Agustus 1945. Seketika, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.
Perang Dunia I: Kenapa Terjadi? Siapa Saja yang Terlibat?

Barangkali tidak banyak yang tahu, 28 Juli adalah awal dari bencana besar di dunia, khususnya di Eropa. Bencana buatan ini bernama Perang Dunia I. Rasanya, kita perlu merenunginya supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama.