Arles-Rhône 3 adalah kapal pengangkut barang Romawi abad ke-1 sepanjang 31 meter yang ditemukan di Sungai Rhône pada 2004 dan diangkat pada 2011. Terawetkan oleh sedimen sungai, kapal pembukti jalur perdagangan Laut Tengah ke pedalaman Romawi ini kini dipamerkan di Musée départemental Arles antique.
Ketika berjalan di sepanjang tepian Sungai Rhône di Arles, sering aku membayangkan bagaimana suasana tempat ini pada zaman Romawi. Dahulu, sungai tersebut bukan sekadar pemandangan yang indah, melainkan jalur perdagangan yang menghubungkan kawasan Laut Tengah dengan wilayah pedalaman.
Tetapi ada sesuatu yang lebih menarik daripada sekadar membayangkan. Ternyata, salah satu kapal yang pernah berlayar di sungai ini benar-benar ditemukan kembali, setelah terkubur selama berabad-abad di dasar Rhône. Arles-Rhône 3, namanya.
ISI ARTIKEL
Arles-Rhône 3: Kapal Pengangkut Barang dari Abad Pertama
Ketika Arles masih dikenal sebagai Arelate, Arles-Rhône 3 sudah jadi kapal pengangkut barang. Panjangnya sekitar 31 meter. Kapal ini dirancang untuk mengangkut muatan melalui jalur sungai, bukan untuk berperang atau menjelajahi samudra.
Pada masa itu, perdagangan melalui Rhône sangat penting bagi perekonomian kawasan tersebut. Barang-barang dari pelabuhan Mediterania dapat diteruskan menuju pedalaman, sementara hasil produksi dari wilayah lain dibawa ke arah selatan.
Kapal seperti Arles-Rhône 3 menjadi bagian dari kegiatan perdagangan sehari-hari yang membantu menghubungkan berbagai wilayah Kekaisaran Romawi.
Arles-Rhône 3 Ditemukan di Dasar Sungai
Bangkai kapal ini ditemukan pada 2004, dalam penelitian arkeologi bawah air di Sungai Rhône, dekat Arles.
Yang mengagumkan, sebagian besar struktur kayunya masih bertahan. Kondisi ini dimungkinkan karena kapal lama tertimbun sedimen sungai yang membantu melindungi kayunya dari kerusakan.
Penemuan tersebut menjadi sangat berharga bagi para arkeolog. Melalui bentuk lambung, susunan papan, dan teknik konstruksinya, mereka dapat mempelajari bagaimana kapal pengangkut barang dibuat dan digunakan pada zaman Romawi.
Kapal itu juga memberikan bukti nyata tentang aktivitas pelayaran yang dahulu berlangsung di Rhône.
Menemukan bangkai kapal hanyalah permulaan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengangkat peninggalan kayu berusia hampir dua ribu tahun itu tanpa merusaknya.
Pada 2011, kapal Arles-Rhône 3 akhirnya diangkat dari dasar sungai melalui operasi arkeologi dan konservasi yang rumit.
Kayu yang telah lama berada di dalam air tidak dapat begitu saja dibiarkan mengering. Tanpa penanganan khusus, strukturnya dapat menyusut, berubah bentuk, atau mengalami kerusakan.
Karena itu, pengangkatan kapal harus diikuti dengan proses konservasi agar peninggalan tersebut dapat dipertahankan untuk penelitian dan pameran.
Kini, Arles-Rhône 3 menjadi salah satu koleksi utama di Musée départemental Arles antique, museum arkeologi yang berada di Arles.
Ketika Barang Sehari-hari Menjadi Saksi Sejarah
Ada satu hal yang membuatku menyukai kisah kapal ini. Arles-Rhône 3 bukan peninggalan seorang kaisar atau monumen yang dibangun untuk memperingati kemenangan besar. Kapal ini merupakan alat transportasi yang digunakan untuk bekerja.
Namun, justru dari benda seperti itulah, kita dapat memahami kehidupan masyarakat pada masa lampau. Kita bisa membayangkan para awak kapal mengatur muatan, menghadapi arus sungai, dan menjalani pekerjaan mereka di sepanjang Sungai Rhône.
Mungkin mereka tidak pernah membayangkan bahwa hampir dua ribu tahun kemudian, kapal yang mereka gunakan akan menjadi benda berharga di sebuah museum.
Ketika memandang lagi air Rhône, aku merasa sejarahnya masih berkumpul di serambi sungai, menunggu para arkelog turun membongkar misteri di sana.