Skip to content

Blog @FransiscaRipert

Warga Indonesia penikmat aksara yang tinggal di Kota Arles, Prancis

  • Home
  • Tentang Aku
  • Tentang Blog
  • Kebijakan Privasi

rumah

Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Vila – Part V

Ringkasan Perpindahan dari Istana Mini ke Rumah Petak

Terus terang, pindah rumah adalah sesuatu yang asing bagiku. Biasanya, aku hanya rajin memindahkan koper. Berdasarkan pengalaman pribadi, isi koper pun berkurang drastis begitu aku mulai membuka kuncinya. Sehingga beban terberatku hanya mengangkatnya.

Baca lanjutannya

Categories catatan khusus Tags kenangan, rumah

Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Vila – Part IV

Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Jelata - Part IV (masa transisi)

Aku seperti seorang pelari maraton. Suhu musim gugur yang terus menurun tidak mampu menghalauku dari rasa gerah. Pekarangan samping istana mini kupandang dengan sendu.

Baca lanjutannya

Categories catatan khusus Tags kenangan, rumah

Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Vila – Part III

Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Jelata - Part III

Sepulang dari menengok rumah petak, aku bergegas kembali ke istana mini. Seluas mata memandang, setiap sudut istana mini ini sudah dijajah barang yang akan dipindahkan atau dihibahkan.

Baca lanjutannya

Categories catatan khusus Tags kenangan, rumah

Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Vila – Part II

Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Jelata - Part II

Aku baru saja menandatangani urusan jasa pengangkutan. Namanya Demanegement Chevallier. Slogan mereka: Memindahkan barang adalah sebuah profesi. Aku membaca sebuah map yang mereka berikan. Terdapat beberapa saran profesional. Semoga bisa kuceritakan lain waktu sebagai tips bagi yang juga ingin pindah rumah.

Baca lanjutannya

Categories catatan khusus Tags rumah

Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Vila – Part I

Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Jelata - Part I

Seorang sahabat kolaborasi memintaku menulis tentang rumah baruku yang belum beratap. Tidak masalah. Namun, apa yang akan kutulis? Pikir punya pikir, kalau tidak ada atap, air langsung mengguyur ketika hujan, angin mengirim debu, untuk berteduh dari terik pun minimal harus membawa payung atau tenda.

Baca lanjutannya

Categories catatan khusus Tags kenangan, rumah
Newer posts
← Previous Page1 Page2

Mau Berlangganan Nawala Fransisca Ripert?

Aku berencana membagikan nawala (newsletter) bulanan melalui email. Kalau Teman-teman berminat, silakan isi form di bawah ini, ya. Gratis!

Media Sosialku

Tulisanku di Media Lain

  • Cerpenku di Wikibooks.org: Pembalasan 52 Inci
  • Opiniku di Teraju.id: Upaya Meng-internasionalkan Bahasa Indonesia
  • Opiniku di Kumparan.com: Seni Gaya Hidup Frugal

Tulisan Terbaru

  • Perompak Somalia: Dari Nelayan Menjadi Bajak Laut Terorganisasi
  • Pepatah: Pengetahuan Kecil yang Menyimpan Umur Panjang Manusia
  • Kerja: Catatan dari Ukiran Batu Hingga Era Digital
  • Kartografi: Setelah Manusia Tersesat di Timur dan Barat
  • Atlas: Dari Mitos Yunani ke Buku Peta Dunia
  • Komentator Bola: Sejarah Suara yang Membuat Penonton Bersorak
  • Arah Angin: Dari Langit hingga Kompas yang Menuntun Para Pelaut

Kategori Tulisan

  • catatan khusus (45)
  • cerita pendek (2)
  • kudapan info (26)
  • membincang aksara (4)
  • pengetahuan alam (10)
  • pesona angka (10)
  • renyah sejarah (53)
  • secercah asa (14)
  • sepotong puisi (32)
  • sosok inspiratif (3)

Tema Tulisan

anak (2) Arles (3) ayah (2) bahari (5) boneka (2) buku (8) fauna (6) fesyen (3) fiksi (2) flora (6) gerhana (2) hari raya (28) ibu (6) Indonesia (15) inovasi (10) kenangan (8) kesehatan (6) kuliner (9) me time (3) mitologi (4) museum (3) musik (5) musim (1) olahraga (5) paradoks (1) pengembangan diri (3) peradaban (5) perang (3) pesawat (1) politik (5) pramuka (1) Prancis (22) revolusi industri (4) rindu & cinta (3) rumah (11) sahabat (21) sains (1) seni (4) siasat (1) teknologi (9) Tiongkok (1) tradisi (17) usia (2) wabah (6) wisata (3)
Fransisca Ripert © 2026
Developed & managed by Warung Fiksi