Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Jelata – Part IV

Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Jelata - Part IV (masa transisi)

Aku seperti seorang pelari maraton. Suhu musim gugur yang terus menurun tidak mampu menghalauku dari rasa gerah. Pekarangan samping istana mini kupandang dengan sendu.

Aku baru saja melipat kursi-kursi, merapikan seluruh tempat yang bisa kujangkau. Karena Sabtu, 17 Oktober 2020, pemilik baru sudah datang meninjau tempat ini dengan saksama.

Kursi-kursi yang telah dilipat

Istana mini yang kusayangi, akan menjadi calon pengantin bagi si pendatang baru. Ini adalah masa transisi.

Ruang makan yang telah kosong melompong

Biarlah foto-foto ini berbicara. Berapa banyak energiku tercurah, demi menjadikan istana mini mendapatkan tambatan hatinya.

View this post on Instagram

A post shared by Fransisca Ripert (@fransiscaripert) on

Namun rupanya, istana mini tidak rela aku pergi begitu saja. Di saat semua barang sudah dipindahkan, Le Clos de L’Isle tetap menerima tamu-tamu yang menginap.

Tak tanggung-tanggung, seluruh tempat terisi untuk 3 hari dan 2 malam, berikut dua belas sarapan. Sebenarnya, tidak terlalu mengherankan. Sebab, ini adalah liburan musim gugur. Dan seperti setiap musim liburan, Le Clos De L’Isle selalu penuh terisi.

Dengan ini, mereka kunobatkan sebagai tamu-tamu terakhirku di Le Clos de L’Isle!

Tamu-tamu terakhirku di Le Clos de L'Isle

Tetap semangat, Fransisca! Ini menjadi kenangan terakhir untuk perjalanan berikutnya. Bienvenue à vous tous!

Bagiku, perjuangan belum selesai. Sebab, rumah petak sudah mengedipkan mata, agar aku segera bergerak membongkar barang-barang yang sudah dipindahkan sejak tanggal 14 Oktober 2020.

So, wish me luck, Guys!

2 Replies to “Pindah dari Istana Jelita ke Rumah Jelata – Part IV”

  1. Perjalanan hidup yg sangat menginspirasi,kekuatan mental,ke ayuan,dan ke ibuan Cc Sisca..
    Sangat beruntung bisa mengenal cc ,tetap semangat dan makin sukses ya cc Cantik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *