Huruf abjad. Sering juga dipanggil aksara. Dalam bahasa Sansekerta, kata “aksara” berarti yang tidak rusak dan tidak binasa. Susunannya baku, bisa dipadu tak beraturan. Darinya, lahir kata. Dengannya, kita bisa membentuk kalimat, sekaligus mengabadikan data peradaban.
Fransisca Ripert
Jujur: Mata Uang yang Tidak Selalu Diterima
Ada kata yang selalu dipuji, diajarkan sejak kecil, dan ditulis besar-besar di buku moral: JUJUR. Kata ini terdengar sederhana, bersih, lurus, seolah hidup akan baik-baik saja jika semua orang melakukannya. Setidaknya, begitu yang kita percaya.
Hotel Hilbert: Paradoks Tempat Penuh Yang Tetap Lowong
Jangan berhenti membayangkan. Imajinasi itu gratis. Banyak ide besar telah lahir dari sana. Sebagian menjadi teori, sebagian lagi menjadi cara kita memahami hidup yang terasa absurd. Paradoks Hotel Hilbert ini contohnya.
45: Tentang Penjumlahan Satu hingga Sembilan
Mari kita membahas angka 45 yang unik. Sekilas, ia hanya dua digit sederhana: 4 dan 5. Namun, dua angka ini telah bercerita sendiri tentang status dan kedudukannya di hadapan nilai angka.
Puasa: Mengapa Manusia Perlu Menahan Lapar?
Di padang pasir Arab, ribuan tahun lalu, masyarakat hidup dalam kondisi alam yang keras. Siang panas menyengat, malam dingin menggigit. Ketersediaan makanan tidak selalu pasti. Dalam lingkungan seperti itu, tubuh manusia sudah terbiasa dilatih kekurangan.
Warisan: Ketika Hidup Menyerahkan Sebuah Tugas Tanpa Bertanya
Warisan sering terdengar seperti hadiah. Padahal makna kata ini memiliki sejarah sangat panjang. Jika ditelusuri, kata “waris” membawa banyak bentuk: hak berpindah, sesuatu yang ditinggalkan, tindakan menyerahkan atau melekat, bahkan tanpa disadari.