Yunani, Riwayatmu Kini

Yunani, Riwayatmu Kini

Setiap dari kita tahu bahwa negara Yunani pernah menoreh sejarah keemasan di masa lampau. Betapa hebatnya peradaban ini di era sebelum Masehi. Negeri dewa-dewi ini membuai kita dengan legenda dan mitos. Menyihir imajinasi dalam mimpi-mimpi umat manusia di suatu masa.

Antara khayal dan nyata, kini, kiprah kejadian di sana, setiap hari masuk halaman utama berita. Sayangnya, bukan karena prestasi, tetapi lebih ke arah frustasi.

Riwayat Yunani tertumpah tinta merah. Sinarnya menjadi redup. Sebagian rakyatnya harus mengantre di depan pintu perbankan untuk mengambil uang jatah, yang sesungguhnya adalah harta mereka.

Yunani merupakan negeri kecil di ujung Eropa yang pernah begitu jaya. Saking beradabnya, negeri Alexander Agung ini menjadi bagian dari hafalan kita di bangku sekolah. Perdagangan suku Mycena, misalnya, diakui sebagai peradaban termaju sepanjang masa.

Manusia Mati Meninggalkan Nama

Pada pelajaran sejarah dunia, kita diwajibkan menghafal nama para filsuf, ilmuwan, fisikawan, cendekiawan, dan matematikawan dari yunani yang membuka gerbang khazanah pengetahuan lewat penemuan dan pemikiran mereka. Sehingga nama-nama pemikir seperti Thales, Sokrates, Aristoteles, atau Plato dalam demokrasi masih diadopsi hingga kini.

Lihatlah juga sumpah Hippokrates. Etikanya diabadikan dalam dunia kedokteran. Tak lupa rumus-rumus Pythagoras, si bapak bilangan yang penuh logika. Atau Archimedes yang saking gembiranya telah menemukan volume benda tidak teratur membuatnya turun ke jalan dalam keadaan lupa berpakaian.

Masih banyak lagi nama-nama tenar selain itu. Yang pasti, kehadiran mereka sangat mewarnai pemikiran kemajuan umat manusia, sehingga dunia dapat berkembang pesat.

Tidak hanya itu, Yunani juga terkenal sebagai titik nadi pengambilan api suci Olimpiade. Obor yang disulut dari sana dibawa para atlet mengelilingi bumi, melintasi banyak benua dan negara. Obor itu terus berkobar sampai ke tempat tujuan pertandingan. Ia merupakan penentu pembukaan dan penutupan megapesta olahraga.

Bagaimana peradaban yang begitu tua, akhirnya sampai pada kita?

Mari melihat ke belakang, kira-kira abad ke sembilan. Kita perlu berterima kasih kepada para intelektual muslim di Rumah Kebijaksanaan yang memungkinkan peradaban Yunani dikenang sepanjang masa.

Ya, para alim ulama inilah yang menerjemahkan berbagai teks, sumber ilmu pengetahuan dari peradaban Yunani, Persia, dan India, lalu menyebarkannya sebagai bagian dari syiar mereka.

Sayang seribu sayang, gudang ilmu tersebut dibakar ketika mereka berkonflik dengan pasukan Mongol, karena di anggap kurang islami.***

Yunani Hari Ini

Keelokan masa lalu yang menjadi buah bibir dunia itu sekarang harus menyerah oleh krisis keuangan. Negara Yunani diamputasi serangkai peristiwa yang seyogianya dapat dicegah.

Berawal dari krisis perbankan bank swasta, Yunani mencoba meminjam dana talangan dari bank UNI Eropa sebagai solusi. Dana tersebut sebagian dipakai untuk penyelenggaraan Olimpiade di Athena tahun 2004. Sebagian lagi digunakan untuk membantu bank-bank swasta yang kehabisan dana.

Ukur tiga kali, sebelum menggunting sekali. Berpikirlah matang-matang sebelum mengambil keputusan.

Andai saja waktu itu bantuan tersebut dipakai untuk berinvestasi, barangkali petaka ini bisa dicegah. Sekarang masyarakat di sana turut menanggung akibat yang timbul dari keputusan bertahun sebelumnya.

Sementara yang kaya tak henti menimbun kapitalnya, yang lemah semakin tak berdaya. Pendapatan mereka dipangkas, pekerjaan sulit didapat, membuat penduduk Yunani dalam satu dasawarsa berselang menuai berita yang tidak sedap.

Kini, Alexis Tsipras, perdana Menteri termuda Yunani, begitu sibuk melobi Uni Eropa untuk memberi mereka kelonggaran.

Negara Prancis terlihat gigih membantu. Namun, bantuan itu terasa hambar bila tidak disertai restu dari negara Uni Eropa lainnya.

Mari kita turut mendoakan semoga krisis bangsa ini segera berakhir. Cukuplah legenda dewa-dewi yang sering tak tentu arah, serta mitos yang melekat pada kemasyhuran Yunani menjadi inkarnasi yang menghipnotis kita dalam sinema.

Cukup di film saja. Jangan lagi ada kutukan lebih jauh untuk penduduk di sana.

*** Rumah Kebijaksanaan adalah pusat intelektual pada zaman keemasan para sufi Islam. Terletak di Baghdad, Irak. Tempat itu dibumihanguskan, karena dianggap tidak islami lantaran bertema mitologi dan kisah dewa-dewi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *