Serba-serbi Ayam

Serba-serbi Ayam

Di penghujung bulan Januari, shio monyet segera meletakkan posisi, ayam api bertandang menghampiri. Sesama binatang, yang diberi kuasa oleh penanggalan lunar selama 12 bulan, menjadi simbol perjalanan keberuntungan. Unggas ayam dikenal secara universal. Siapapun pernah merasakan lezat dagingnya, kecuali dia tidak doyan atau ada pantangan.

Namun, siapakah gerangan sang ayam? Bagaimana peruntungan saudara-saudari di tahun ayam?

Riwayat Ayam

Ayam jelas-jelas memberi energi. Tetapi soal rejeki, ayam menyuruh kita semua untuk berusaha sendiri. Ayam menetas setelah dierami selama 21 hari. Begitu lahir, ia sudah mandiri, mampu mencari makan dengan mematuk cacing atau biji-bijian.

Ayam tidak punya gigi. Ia pun mematuk kerikil sebagai transmisi, agar makanan di perutnya menjadi siap saji. Itulah mengapa, ampela ayam selalu penuh dengan pasir dan biji-biji.

Jenis ayam bermacam-macam, mulai dari ayam liar, ayam pesolek, ayam petelur hingga pejantan. Sebutannya pun demikian beragam. Dari ayam kampung, ayam kandang, ayam hutan, ayam kota, ayam buras, ayam bekisar, sampai ayam-ayaman.

Ayam adalah binatang liar, ayam mulai dikandangkan bangsa Sumeria sejak 6000 tahun silam.

Proses Ayam

Tidak kurang dari 19 jam diperlukan ayam betina untuk memproduksi sebutir telur. Oleh peternak, telur itu diambil atau disimpan di tempat terpisah.

Sekalipun si jantan sudah lari, ayam betina yang sudah dibuahi siap bertelur setiap hari.

Uniknya, ayam betina akan berhenti bertelur apabila telur tersebut masih ada. Untuk mendapatkan keturunan, telur-telur itu hendaklah sudah dibuahi ayam jantan, sehingga induk betina tinggal mengeram.

Namun, tidak semua telur bisa menjadi anak ayam. Karena itu, ayam betina sebagai calon ibu memiliki kemampuan mengenali telurnya.

Manfaat Ayam

Untuk bahan pangan, tak terhitung resep berbasis olahan ayam. Dari kepala, leher, sayap, daging, kulit, ceker, hingga jeroan ayam, semua menjanjikan kenikmatan.

Ayam pun berdaya jual tinggi. Dengan mencatut kata “ayam” di depan menu, pengusaha restoran mudah berjualan. Contohnya, ayam panggang, ayam bakar, ayam goreng, ayam kukus, ayam tim obat, ayam kremes, ayam penyet, ayam Rica, ayam siwir, ayam pedas, ayam kalio, ayam cabut tulang, dan ayam-ayam lainnya.

Jangan salah, ketika kata “ayam” diletakkan di belakang pun, sebuah rumah makan, depot, warung, atau PKL tetap berpeluang kebanjiran pengunjung. Contohnya, sate ayam, bakmi ayam, rendang ayam, tongseng ayam, opor ayam, soto ayam, sup ayam, dan seterusnya.

Jeroan ayam juga memiliki banyak penggemar. Misalnya, keripik usus ayam, sambal hati-ampela ayam, bahkan jantungnya yang mungil sering ditisik menjadi sate jantung ayam.

Olahan ayam turut membawa identitas nusantara. Tidak percaya? Lihatlah ayam padang, ayam sunda, ayam solo, ayam semarang, ayam kudus, ayam kalasan, dan masih banyak lagi.

Bahkan, kaldu yang paling netral pun digodok dari tulang ayam.

Ayam dan Tradisi Dunia

Ayam adalah satwa yang sangat familier di hampir semua peradaban dunia. Ia merupakan bagian dari budaya. Kalian pasti pernah tahu istilah ini:

  • Ayam Thanksgiving. Di Amerika, ayam kalkun merupakan simbol take and give. Tradisi itu berlangsung setiap tahun, pada Kamis keempat, bulan November. Thanksgiving termasuk hari spesial bagi rakyat Amerika.
  • Ayam Natal. Di Prancis, pada perjamuan Natal, ayam panggang chapon ditemani fois gras dan kacang chestnut, merupakan hidangan terpopuler pelengkap pesta.
  • Ayam ala Tio Ciu. Ayam rebus yang disiram minyak wijen dan gorengan bawang putih. Menu ayam ini memiliki nama tenar Pakcamke, alias ayam tanpa tulang. Rasanya jangan tanya. Bisa membuat lidah menari pada pesta makan besar tradisi Tionghoa.
  • Ayam Tim Arak (Koi Ciu). Dimasak bersama daun kacangma* kering. Teh herbal ini bermanfaat untuk menambah stamina dan memperlancar menstruasi bagi wanita selepas bersalin. Menu Ayam Tim Arak menjamin bayi terlelap dengan cepat setelah disusui. Hidangan ini juga dikonsumsi saat ada perayaan kumpul bersama keluarga.
  • Ayam Garam. Adalah ayam yang sepenuhnya dikubur dengan adonan rempah-rempah, putih telur dan garam kasar, lalu dioven. Ayam ini terkenal gurih. Lama memasaknya sesuai dengan berat ayam, dengan perhitungan satu kilogram/jam.

Sebenarnya, masih ada ratusan resep yang bisa diadaptasi dengan bantuan bahan dasar ayam. Benar-benar tak terkira jasa ayam bagi kehidupan manusia/

Telur Ayam

Turunan ayam adalah telur. Telur pun berjasa mengangkat pamor seseorang. Buktinya, di kancah International, Christopher Colombus, penjelajah dunia asal Italia, pernah memakai jasa telur ayam untuk membuktikan dunia ini bulat.

Terlepas dari kecerdikan Colombus, bumi memang bulat dan telur memang mampu berdiri.

Fenomena astronomi ini terjadi karena titik kulminasi matahari berada tegak lurus di atas garis khatulistiwa. Peristiwa alam tersebut menyebabkan bayangan menghilang sejenak pada waktu-waktu tertentu.

Di Pontianak, fenomena Telur Berdiri menjadi pesta budaya pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Bagaimana pun hebohnya, dengan sedikit usaha dan kesabaran, telur memang bisa berdiri di mana saja**.

Sebagai pertolongan pertama pada perut keroncongan, baik diceplok atau direbus, telur juga dipakai sebagai campuran beragam gorengan. Martabak yang gurih dan manis berawal dari adonan telur. Dari telur pula, aneka kue lezat tercipta.

Dengan sedikit kreativitas, bahkan ampas telur juga dapat memberi manfaat ganda: ekonomis dan ekologis. Telur yang sudah kosong bisa dihancurkan dan dipakai sebagai cadangan kalsium bagi tanaman dan berkhasiat mengusir hama menyebalkan.

Taburkan saja serpihan-serpihan kulit telur di pekarangan. Kulit itu mengandung kalsium dan gampang terurai sekaligus memberi nutrisi sebagai pupuk kompos.

Sedangkan cangkang telur yang dipecahkan secara hati-hati ala Colombus, bisa dipakai kembali menjadi cetakan agar-agar, atau sebagai pemanis ujung-ujung tanaman runcing di kebun dan ruang tamu.

Bulu Ayam

Ayam bermanfaat tanpa pandang bulu. Bulunya pun bukan bulu biasa. Berbagai manfaat bulu ayam turut mengangkat pamor ayam. Misalnya:

  • Bulu ayam menambah wawasan. Pada suatu masa, bulu ayam adalah pena celup yang banyak mewartakan perabadan manusia. Sirip bulu yang dipotong agak miring, mampu menyerap tinta dan memudahkan penorehan tinta ke kertas.
  • Bulu ayam menjaga kebersihan. Bulu ayam dilekatkan secara vertikal di tangkai rotan terbukti dapat menjadi alat pengusir debu yang andal. Kemoceng, nama kerennya. Benda ini memiliki tempat tersendiri di setiap sudut rumah. Sekali kebas, debu pun beterbangan sirna.
  • Bulu ayam mempercantik penampilan. Bulu-bulu cantik ayam sering pula dijadikan perhiasan busana. Penari-penari kabaret menjadi anggun dibuatnya. Dari penutup kepala hingga cantelan di cuping telinga. Penampilan serasa lebih bergaya dengan dipelintir bulu-bulu yang sudah diberi warna.
  • Bulu ayam memberi nilai lebih. Apabila kipas yang dibuat dari bulu-bulu ayam dikibaskan, selain mengirim angin sejuk, terpancar pula kesan seksi dan menawan bagi pemegangnya.
  • Bulu ayam untuk kenyamanan. Tanpa disadari, sering kita mendapati sofa sobek yang di dalamnya terdapat busa bercampur bulu-bulu ayam. Bulu ini, apabila diproses dengan baik, bisa berfungsi sebagai pengempuk yang mendatangkan kenyamanan.
  • Bulu ayam untuk kilik-kilik kuping. Ini terutama sebelum cotton bud diproduksi. Tentu saja, ini kurang dianjurkan mengingat telinga memiliki selaput yang sangat tipis dan mudah terluka. Salah kilik, bisa budek seterusnya.

Ada ide lain untuk mengaryakan bulu ayam?

Jagonya Ayam

Ayam sering berlaga di arena taruhan. Suka atau tidak, sabung ayam telah menjadi olahraga favorit bagi sebagian orang.

Ayam juga tercatat berjaya di cabang olahraga sepakbola. Tim Nasional Prancis berjuluk tim ayam jago.

Bola bulutangkis, alias kok, juga bisa dibuat dari bulu ayam. Cabang olahraga raket ini telah banyak mengharumkan nama Indonesia di percaturan bulutangkis dunia.

Bahkan penguasa Indonesia yang berhasil duduk di kursi presiden selama 32 tahun, Almarhum Suharto, juga bershio ayam.

Ayam dan Tanaman

Nama ayam, turut diabadikan pada tanaman hias, yaitu Bunga Jengger Ayam. Warnanya ranum kemerahan, cantik jelita bukan kepalang.

Mahkota Bunga Jengger Ayam sehalus beludru. Bunga Jengger Ayam dapat diawetkan menjadi bunga kering.

Ayam dan Gaya Hidup

Bukan rahasia lagi, ayam mengingatkan kita untuk berhemat. Meskipun hanya menampung logam recehan, sejak dulu celengan ayam menjadi kado yang disukai anak-anak. Ini dibuktikan dengan suksesnya penjualan celengan berbentuk ayam.

Filosofi celengan ayam mengajak kita menabung sebagai bagian dari gaya hidup. Tentunya, hidup lebih bergaya karena ada tabungan.

Namun, kelakuan nyentrik ayam juga dijadikan humor segar untuk mencairkan suasana. Misalnya:

  • Ayam apa yang keluar malam? Ayam yang ada keperluan.
  • Bila menyeberang, ayam tidak melihat kiri-kanan, kenapa? Karena ayam tidak paham rambu lalu lintas.
  • Tak peduli arah ayam akan ke mana, asalkan gabah tersedia, ayam akan singgah.

Ayam pun dapat dijadikan teka-teki, contohnya:

  • Ayam yang datang dari daratan Tiongkok: Ayam Hainan
  • Ayam berkepribadian ganda: Ayam kodok***
  • Ayam yang berpendidikan: Ayam kampus
  • Ayam yang suka olahraga: Ayam Fitness
  • Ayam yang dagingnya sedikit: Ayam Diet

Hati-hati, ayam yang kurang kreatif menyebabkan kandangnya tercela. Makanya, kemudian ada ungkapan “jago kandang”.

Di bidang industri jajanan ringan, juga ada ayam. Cokelat cap ayam berbungkus putih merah, adalah pelipur lara. Cokelat ini bisa aku beli di kantin sekolah. Logo cetakan ayam menjadi nostalgia indah menemaniku tumbuh dewasa.

Bagaimana dengan Tahun Ayam?

Satu-satunya kekurangan ayam adalah, ia akan menjadi rabun ketika senja. Makanya, pagi-pagi ayam sudah bangun dan berkokok, pertanda hari baru segera dimulai.

Namun, cacat ini tidak ada artinya dibanding jasa unggas satu ini. Apalagi secara psikologi, pembawaan ayam menambah rasa percaya diri pada manusia. Dengan segala keistimewaan di atas, tidak berlebihan bila banyak yang meramalkan tahun ayam akan membawa banyak keuntungan.

Sejalur cita-cita, asal manusia mau berusaha, dan pantang menyerah, niscaya segala halangan akan sirna. Ingat, ayam hanya rabun pada senja. Artinya selama matahari masih bersinar, ayam pantang menyerah. Semoga itu menjadi pertanda yang baik buat kita semua.

Biarlah seluruh filosofi ayam menemani kita mengisi tahun 2017 dengan penuh kegemilangan.

Selamat Tahun Baru Imlek 2568, untuk para sahabat semua. Selamat menuai rezeki sebanyak-banyaknya. Gong XI Fat Choi! Semoga di tahun 2017, kita semua diberi kesehatan, anugerah berlimpah, keluarga rukun harmonis dan bahagia. Amin.

Mohon maaf apabila isi tulisan ini ada yang salah atau kurang berkenan. Ayam sorry, deh 🙂


Ensiklopedia dari penulis:

* Kacangma memiliki nama latin Leonurus artemisia / Leonurus japonicus / Leonurus sibiricus, adalah sejenis tanaman herbal mariyuana berdosis ringan. Ia memberi energi sekaligus menenangkan. Daunnya berbentuk seperti tombak, dan berbunga ungu. Memiliki sifat anti bakteri serta diuretik.

** Percobaan penulis: untuk membuat telur berdiri dengan cepat, kapan saja, di mana saja dan kapan saja, diperlukan tanpa memecahkan ujungnya, cobalah meletakkan sedikit garam dapur (beberapa butir sudah cukup) di tempat telur akan didirikan, telur pun akan berdiri selama yang diinginkan. Benar kata Colombus, apabila dikasih tahu caranya, semua orang bisa mengerjakannya.

*** Ayam kodok adalah salah satu pelengkap kuliner. Cara pengolahannya: Ayam dikuliti. Sisakan bagian sayap, lalu dikeluarkan isi dagingnya. Kemudian, kulit ayam tadi diisi kembali dengan campuran daging cincang, sayuran, telur, bawang-bawangan, sesuai selera. Ayam dijahit kembali, dikukus, lalu dipanggang.
Yummmmy!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *